Rabu, 30 Juli 2008

Orangtua Dan Agama Merestui Cinta Mereka, Tidak Demikian Dengan Sepakbola

Sebagai penggemar bola tanah air saat ini apa yang membekas akhir akhir ini di benak anda – anda semua. Soal heroiknya arema yang bisa meng”hitam” kan kajuruhan atau soal sangsi buat viking yang menyusul arema untuk tidak boleh memasuki seluruh stadion di indonesia dalam kurun waktu 1 tahun kedepan.atu bahkan larangan ijin bertanding persija di GBK ketika melawan persita. Apapun itu tapi terimakasih anda telah dan masih tetap concern terhadap sepakbola dalam negeri kita yang kalau dipikir sudah parahnya minta apun untuk terus selalu diikuti.

Menyebut sepakbola nasional banyak sekali orang mengerutkan dahi atau bahkan tersenyum nyinyir meledek, bagi mereka tadi sepakbola indonesia sudah bukan sesuatu yang menarik untuk diperbincangkan apalagi dikupas lebih dalm dalam bentuk apapun. Berbeda tatkala ngobrol dengan UCUP pria yang bernama asli muhammad yusuf andibachtiar siswodahono ini justru sangat peduli atau bahasa kerennya concern dengan sepakbola kita, lewat 2 buah film nya yang kesemuanya bertema sepakbola indonesia, lelaki yang beristrikan swastika ini bahkan kembali akan membuat sebuah film berjudul romeo juliet (romjul) yang berkisah tentang asmara antara Rangga (pendukung setia the jak) dan desi (ladi vikers alias bobotoh persib) terbayang kah di benak pembaca semua bagaimana dahsyatnya film itu nanti

Bertemu dua kali dengan ucup ketika topik minggu ini sctv yang membahas kerusuhan arema di kediri di gedung indopos palmerah dan saat pemutaran perdana The Conductors di blitz megaplex membuat saya meletakkan ucup dibarisan orang orang yang saya angap spesial, selain ucup ada pak bambang haryanto, salah satu pentolan pasoepati juga yang kebetulan adalah salah satu kontributor majalah freekick yang di “bossi” oleh ucup sendiri. dan sebuah kebanggan bisa menuliskan tentang dia di blog saya ini.

Kembali ke film romeo dan juliet, sebuah ide yang menurut saya bener bener brilian, dari sebuah judul karya terkenal William Shakespeare ucup berusaha membuat sesuatu yang berbeda, dilihat dari kacamatanya seorang suporter. Kebencian keluarga Montague dengan keluarga Capulet di ibaratkan ucup seperti berseterunya Jakarta dengan Bandung. Bandung dan Jakarta dalam dunia sepakbola kita semua sudah tahu bagaimana itu. dan apakah ini adalah bentuk atau upaya filmmaker untuk menciptakan sebuah rekonsiliasi perdamaian antar kedua kota tadi. Dengan mengusung tagline an eye for an eye will make the world goes blind," dari gandhi. Entah bagaimanapun nanti jalan ceritanya tapi aku yakin dari judul dan sekelumit cerita yang sempat ia tulis di blog pribadinya, film ke 3 ini aku yakin dan semoga, bisa sedikit mengalahkan 2 film terdahulunya yaitu the jak (The Jak adalah bagian akhir dari trilogi This Is A Good Day To Win. Bagian pertama yang berjudul Jakarta Is Mine memang sempat gagal lolos seleksi Jakarta International Film Festival tahun 2003, namun berturut-turut festival di Eropa dan Amerika Latin rajin mengundang keikut sertaan film berdurasi 14 menit tersebut. Bagian kedua yang diberi titel Hardline bisa jadi adalah bagian yang sampai hari ini memiliki pencapaian paling fenomenal. Tak kurang Festival Film Rotterdam menyebut film ini sebagai “The most beautiful supporters’ song ever recorded in video,” terpilih sebagai film resmi Piala Dunia 2006, mewakili Asia sebagai film sepakbola terpilih di Sao Paolo, diundang ke banyak festival di dunia sampai dijadikan kajian tata ruang kota di sebuah universitas di Helsinki) dan The Conductors (Masih berkaitan dengan sepak bola, dunia yang sangat dicintainya, Ucup kali ini menghadirkan kepemimpinan yang ditunjukkan oleh tiga orang conductors atau pemimpin lagu dari tiga kalangan yang berbeda, Orchestra diwakili Addie MS (Twilite Orchestra), Paduan Suara Mahasiswa AG Sudibyo (Paduan Suara Mahasiswa UI) dan pendukung sepakbola Yuli “Soemphil (Aremania)dan pernah di putar di Pusan International Film Festival di Busan, Korea Selatan, dan di Jakarta Internasional Film Festival (JiFFest) 2007)

Ilmu Padi.
Sebuah sikap yang lebih diambil lelaki berzodiak capricorn ini, bukan jumawa untuk terus menepuk dada tapi rendah hati yang selalu ia ambil, sebuah kutipan di blog nya “Saya menyebut saya sebagai pemain dari Liga Ceko, karena saya dan banyak teman saya bukanlah pemain utama di industri film Indonesia. Kami datang dari dunia antah berantah, berproduksi dan kemudian memenangkan banyak gelar di berbagai ajang di dunia. Kami bukan Liga Inggris yang gemerlap dengan segala pesonanya namun lolos ke kejuaraan Eropapun tidak. Jadi jangan heran, seperti Sparta Praha, Slovan Liberec dll yang kadang kala harus lewat kualifikasi dulu sebelum berangkat ke Champions League, saya (dan bisa jadi kawan-kawan sejenis) harus bersedia untuk tidak berada di peringkat awal prioritas. Sikap serupa yang dimiliki pak Bambang Haryanto yang lebih memilih di anggap WW (Wong Wonogiri) sebuah kota kecil di selatan surakarta. Padahal prestasinya sangat luarbiasa. Sebuah keteladanan yang mungkin bisa kita ambil dari orang “besar” seperti mereka.

Dan sebuah cita – cita di dunia sepak bola nya adalah menjadi ketua umum PSSI “cukup 2 musim “katanya . Dan membawa indonesia ke semifinal piala asia akan jadi targetnya kalau cita citanya itu terlaksana, selain itu dia juga ingin membuat liga yang kompetitif dan terstruktur secara profesional. Amieen.

Sukses buat romeo juliet nya cup.


[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 24 Juli 2008

Doain Aye Ya

Rabu kemarin 23 Juli 2008 ada panggilan kerja di Vaksin.com tanah abang III sebagai vaksinis. sebenarnya sih gak yakin bisa masuk tapi kata my schatsy udah optimis aja. ya udah . Aku Optimis Deh... To all Doain Aye ya....


[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 17 Juli 2008

Kesaksian Sederhana Orang Biasa

Kesaksianku tentang dunia hanya bisa sederhana
Karena jenis dan standar kebahagiaanku memang sangat biasa-biasa saja

Kaki hidupku tidak meloncat menggapai langit
Tak ada yang kukejar hingga lari terbirit-birit

Tanganku tidak mengacungkan tinju ke angkasa
Sebab tak ada satu unsur apapun dalam kehidupan ini
yang membuatku kagum dan terpana

Kekuatanku tak akan menyentuh siapa-siapa
Karena aku tidak tertarik pada kemenangan atas manusia

Kubelanjakan tenagaku hanya sedikit saja
Sebab atas segala yang lemah hatiku tak berdaya

Kalaupun pikiranku mengembara sampai ke ruang hampa
Hatiku sudah lama selesai dan tak meminta apa-apa
Musik
Tak ada sekilaspun padaku mimpi menaklukkan dunia
Sebab dunia sangat murah harganya dan hanya beberapa
tetes keringat dari badanku yang kurelakan untuknya

Tak ada sedikitpun minatku terhadap kehebatan diri
karena jenis kelemahanku adalah kebiasaan
untuk mentertawakan diriku sendiri

Jika ada orang beramai-ramai tersesat menjunjungku
Volume kepalaku tidak membesar dan hatiku tetap bisa mengantuk

Jika mereka menemukan kebenaran sehingga menghinaku
Helai-helai buluku tidak berdiri bahkan kantukku bertambah lelap

Kebesaran dan kegagahan amat sangat aku remehkan
Dan tak akan pernah kukenakan sebagai pakaian

Apabila dunia menyangka aku mencintainya dan ingin mengawininya
Tentu karena ia tak tahu aku sudah mentalaknya sebelum pernah mencintainya

Barang siapa kegagahannya mendatangiku dan menggertak
Kusihir ia jadi katak
(Emha Ainun Nadjib&KK/Jogjakarta/2003/PmBNetDok)

[+/-] Selengkapnya...

BH Mutiara dari Wonogiri

Jangan pernah berhenti melambungkan impian mu

Ya kesan itu selalu tertangkap jika saya berdialog lewat media apapun dengan beliau. Mungkin sebagian blogger sudah tahu atau bahkan lebih mengenal nya di bandingkan saya. Akan tetapi ijinkan saya untuk menuliskan sedikit yang saya ketahui tentang beliau.

Keinginan Untuk Memindahkan Himalaya lewat surat pembaca

Bambang Haryanto atau lebih mempopulerkan namanya sendiri dengan akronim BH ataupun BeHa. 24 Agustus 1953 disalah satu rumah sakit swasta di solo dilahirkan. Akan tetapi BH(demikian saya menyebutnya) lebih bangga kalau di sebut WNA (Wonogiri Asli) dari pada menyebutnya wong solo. Ya di sebuah pelosok kota kecil yang terkenal dengan waduk Gajah Mungkurnya itu sosok itu terus berkreasi menuai prestasi, tercatat berbagai macam prestasi berhasil beliau raih, antara lain memenangkan kontes The Power of Dreams Contest 2002 yang diadakan Honda. Beliau menulis esai berjudul, “The Power Of Dreams : Revolusi Mengubah Budaya Suporter Sepakbola Yang Destruktif Menjadi Penghibur Kolosal Yang Atraktif.” Dalam kontes mengenai kedigdayaan impian itu BH menjual impian merevolusi perilaku suporter sepakbola kita yang destruktif dengan mengubahnya menjadi konser suporter yang menyajikan koor dan koreografi, sehingga menjadi atraksi menarik tersendiri dari totalitas pemanggungan teater sepakbola.

Dan dari kemenangan itu di buatkan sebuah film dokurama yang ditayangkan di TransTV, 29 Juli 2002. Selain itu, BH juga memenangkan Juara Harapan I Kategori Kelompok Umum dalam lomba karya tulis Teknologi Telekomunikasi dan Informasi (LKT3I) III/1999 yang juga didukung oleh Harian Kompas, Republika, Gatra dan LIPI. Dan Pemenang Mandom Resolution Award 2004. Mandom Resolution Award (MRA) merupakan bentuk corporate social responsibility dari PT Mandom Indonesia Tbk dalam menunjukkan kepeduliannya terhadap perkembangan dan kemajuan masyarakat

Kampanye Menulis Lewat Blog

Epito Ergo sum (kami menulis surat pembaca maka kami ada) sebuah plesetan dari cogito ergo sum, saya berpikir karena saya ada, dari filsuf dan matematikawan Perancis, Rene Descartes, 1596–1650 selalu di jadikan motto beliau. Dan media blog menurut beliau adalah media yang sangat mumpuni untuk menciptakan dan menuang kan gagasan kita. Maka wajar bila BH memiliki belasan blog dengan topik yang berbeda disetiap blognya.

Bagi pemegang 2 rekor MURI ini (pencetus ephistolik indonesia komunitas jaringan para penulis surat pembaca, dan pencetus hari suporter 12 juli) media internet adalah media yang memungkinkan bertemunya seseorang dari belahan dunia manapun dengan kita. BH sudah memulia ritus nge blog nya selain ritus jalan kaki nya sejak 22 Juli 2003 untuk ngeblog dan 1989 untuk jalan kaki. Jauh sebelum kita berpikir bahwa blog adalah media komunikasi yang mumpuni. Berbagai macam blog beliau sangat bisa menjadi rujukan untuk kita yang hobi menulis. Dalam setiap email beliaupun selalu memberi pesan agar tidak pernah berhenti menulis. Dimanapun dan kapan pun. Dan hal itu yang mendorong saya untuk sedikit berbagi dengan rekan rekan Ayo ngeBlog!.

Terlahir Untuk Sukses

Bersama sang adik yang juga bukan orang “sembarangan” BH selalu punya ide menarik untuk mempromosikan karya karya nya. Mayor Haristanto (http://entah1982.blogspot.com/2008/03/profil-minggu-ini-mayor-haristanto.html) demikian nama adik beliau. Dan sering kami sebut dengan panggilan Mayor.

Nama mayor sudah bukan nama asing lagi bagi publik solo dan sekitar nya. (lagi–lagi) Pemegang 4 Rekor MURI ini (Memrakarsai kelahiran komunitas-komunitas suporter, penghargaan itu diperolehnya karena menggagas karangan bunga terbanyak pengucapnya, tim kampanye artis yang dipilih lewat SMS terbanyak, dan menumbangkan rekor karangan bunga terbanyak pengucap sebelumnya). juga mempunyai banyak karya yang ditujukan untuk kembali meretas indahnya sebuah kerukunan di bawah bendera republik aeng – aeng nya (http://aengaeng1.blogspot.com/) Lewat wadah yang didirikannya itu dia terus berkreasi, mewujudkan hal-hal yang mungkin terdengar mustahil. Stadion, lapangan, sawah, jalan, bahkan pasar menjadi tempatnya berkarya.

Aeng Aeng sendiri bermakna nganeh-nganehi, unik yang positif. dengan sinikal Mayor menyebutnya OTB, organisasi tanpa bentuk. Republik Aeng Aeng memang tak memiliki struktur dan tak punya anggaran dasar. Bukan yayasan atau pun paguyuban. Selain mayor BH juga beradikkan Broto Happy salah satu wartawan senior di tabliod olah raga BOLA. Akan tetapi itu semua tidak membuat BH besar kepala dan memanfaatkan untuk menjadi “Orang Besar” alumni UI Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Sastra ini tetap memilih kota kecil di Jawa Tengah ini untuk terus berkarya lewat tulisan. Dan terus melucu ( karena BH sempat tercatat sebagai orang yang sangat aktif menulis tentang dunia perkomedian indonesia, beliau juga sempat mencicipi Audisi Pelawak yang dilakukan salah satu televisi swasta)

Ketika Karya Besar Itu Muncul Dari Kota Kecil.

Anda ingat kalau Borobudur tidak masuk dalam 7 keajaiban dunia yang baru, yang diumumkan pada 07-07-07 tahun lalu. Apakah anda juga tahu kalau The New7Wonders Foundation (http://www.natural7wonders.com/) lembaga yang mengadakan jajak pendapat tahun kemarin kembali mengadakan jajak pendapat tentang Tujuh Keajaiban Alam Baru Dunia dan sepertinya pemerinah kita tidak pernah peduli dengan hal ini. Deadline penutupan polling itu tinggal sebentar 08-08-08. Sudah kah anda ikut menominasikan nya? Kedua Manusia Aneh tadi membuat kan sebuah situs sebagai “teriakan” mereka diantara gemuruh modernitas yang terus menggerus peradaban bangsa ini. Teriakan dalam sepi yang coba saya sebarkan sedikit yang saya tahu ini kepada rekan – rekan ayo ngeblog. Buat rekan yang masih peduli dengan polling tadi bisa di kunjungi situs ini http://7indonesia.blogspot.com/.

Sebuah info yang baru saya dapatkan tadi siang. Sebuah pesta akbar Solo Cyberholic Day ! http://solocybercity.blogspot.com/ Pesta kaum netter Solo untuk memulai revolusi dunia maya, menjadikan Solo sebagai Cyber City, akan berlangsung tanggal 30 Juli 2008. Bertempat di Cyty Walk, mulai jam 15.00. Bekerjasama antara Pemkot Solo, Apkomindo, Speedy dan Republik Aeng Aeng, di arena tersebut disediakan sarana hotspot untuk akses Internet secara gratis. Bahkan berhadiah 2 laptop. Pada momen tersebut akan dicanangkan 30 Juli sebagai Solo Cyberholic Day. Inilah awal revolusi baru di Solo. Sebuah ide yang bukan hanya gila tapi juga cerdas. Dan kemungkinan ini akan menambah pundi pundi rekor MURI nya Mayor.

Menikmati karya beliau membuat kita semakin semangat dan akan memakan waktu yang lama untuk membacanya dengan tuntas (tapi tidak akan bosan) di jamin.

Dan berikut adalah kumpulan blog beliau

1. Blog Direktori beliau (http://bukabeha.blogspot.com/)
2. Blog tentang kumpulan surat membaca BH (http://beha.blogspot.com/)
3. Blognya tentang kampanye anti rokok (http://bubar.blogspot.com/)
4. Blog tentang Epistoholik (surat pembaca) (http://episto.blogspot.com/)
5. Blog tentang warga epistoholik Indonesia (http://warei.blogspot.com/)
6. Lagi lagi blog tentang tulisan epistoholik (http://esaiei.blogspot.com/)
7. Blog tentang dunia komedi(http://komedian.blogspot.com/)
8. Perpustakaan mini BH (http://kutubukuku.blogspot.com/)
9. Kamus istilah dalam epistoholik (http://lingepi.blogspot.com/)
10. Serba serbi surat pembaca (http://serbaserbi.blogspot.com/)
11. Wanita terindah BH (http://song4anez.blogspot.com/)
12. Suporter Indonesia (http://suporter.blogspot.com/)
13. Tentang seluk beluk pencari kerja (http://aanp.blogspot.com/)
14. Trak keluarga martowiono (http://trah.blogspot.com/)
15. Lagu lagu carpenter dalam hidup BH (http://undagi.blogspot.com/)
16. Ritus jalan pagi BH (http://wonogirinews24.blogspot.com/)

BLOG yang sudah tidak aktif
17.Kampanye amien Rais (http://amienrais.blogspot.com/)
18.Dedikasi untuk korban bencana (http://empati.blogspot.com/)
19.Kumpulan puisi anak-anak solo di media lokal (http://poetrysolo.blogspot.com/)

Selain 19 blog diatas BH juga masih punya blog yang lain yang mungkin saya lupa menyebutnya, atau memang tidak tahu kalau blog itu karya BH karena baru saja saya menemukan sebuah profil blogger (http://www.blogger.com/profile/03226412105125523563) yang isinya ada berbagai macam blog dan saya yakin itu adalah “buah tangan” BH.

Demikian sekelumit tentang sosok BH, pasti banyak kekurangan dari tulisan ini tentang BH tapi setidaknya ini adalah kunci untuk masuk mengenal BH lewat karya karya nya. Dan semoga bisa mengispirasi untuk kita untuk tetap terus menulis dan berarya terutama untuk ngeblog.

Salam,
Arista Budiyono
Pengelola www.pasoepati.co.cc

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 15 Juli 2008

MENANGIS

MENANGIS

Sehabis sesiangan bekerja di sawah-sawah serta disegala macam yang diperlukan oleh desa rintisan yang mereka dirikan jauh di pedalaman, Abah Latif mengajak para santri untuk sesering mungkin bersholat malam.

Senantiasa lama waktu yang diperlukan, karena setiap kali memasuki kalimat " iyyaka na'budu " Abah Latif biasanya lantas terhenti ucapannya, menangis tersedu-sedu bagai tak berpenghabisan.

Sesudah melalui perjuangan batin yang amat berat untuk melampaui kata itu, Abah Latif akan berlama-lama lagi macet lidahnya mengucapkan " wa iyyaka nasta''in" .

Banyak di antara jamaah yang turut menangis, bahkan terkadang ada satu dua yang lantas ambruk ke lantai atau meraung-raung.

"Hidup manusia harus berpijak, sebagaimana setiap pohon harus berakar," berkata Abah Latif seusai wirid bersama, " Mengucapkan kata-kata itu dalam Al-fatihah pun harus ada akar dan pijakannya yang nyata dalam kehidupan. 'Harus' di situ titik beratnya bukan sebagai aturan, melainkan memang demikianlah hakikat alam, di mana manusia tak bisa berada dan berlaku selain di dalam hakikat itu."

"Astaghfirulloh, astaghfirulloh..," gemeremang mulut para santri.

" Jadi, anak-anakku," beliau melanjutkan, " apa akar dan pijakan kita dalam mengucapkan kepada Alloh ..iyyaka na'budu?"

"Bukankah tak ada salahnya mengucapkan sesuatu yang toh baik dan merupakan bimbingan Alloh itu sendiri, Abah?" bertanya seorang santri.

"Kita tidak boleh mengucapkan kata, Nak, kita hanya boleh mengucapkan kehidupan."

"Belum jelas benar bagiku, Abah?"

" Kita dilarang mengucapkan kekosongan, kita hanya diperkenankan
mengucapkan kenyataan."

"Astaghfirulloh, astaghfirulloh..," geremang mulut para santri.

Dan Abah Latif meneruskan, " Sekarang ini kita mungkin sudah pantas mengucapkan iyyaka na'budu.KepadaMu aku menyembah.Tetapi kaum Muslimin masih belum memiliki suatu kondisi keumatan untuk layak berkata kepadaMu kami menyembah, na'budu."

"Al-Fatihah haruslah mencerminkan proses dan tahapan pencapaian sejarah kita sebagai diri pribadi serta kita sebagai ummatan wahidah.Ketika sampai di kalimat na'budu, tingkat yang harus kita telah capai lebih dari abdullah, yakni khalifatulloh.Suatu maqom yang dipersyarati oleh kebersamaan kamu muslim dalam menyembah Alloh di mana penyembahan itu diterjemahkan ke dalam setiap bidang kehidupan.Mengucapkan iyyaka na'budu dalam sholat mustilah memiliki akar dan pijakan di mana kita kaum muslim telah membawa urusan rumah tangga, urusan perniagaan, urusan sosial dan politik serta segala urusan lain untuk menyembah hanya kepada Alloh.Maka anak-anakku, betapa mungkin dalam keadaan kita dewasa ini lidah kita tidak kelu dan airmata tak bercucuran tatkala harus mengucapan kata-kata itu?"

"Astaghfirulloh, astaghfirulloh..," gemeremang para santri.

"Al-fatihah hanya pantas diucapkan apabila kita telah saling menjadi khalifatulloh di dalam berbagai hubungan kehidupan.Tangis kita akan sungguh-sungguh tak tak berpenghabisan karena dengan mengucapkan wa iyyaka nasta'in, kita telah secara terang-terangan menipu Tuhan.Kita berbohong kepada-Nya berpuluh-puluh kali dalam sehari.Kita nyatakan bahwa kita meminta pertolongan hanya kepada Alloh, padahal dalam sangat banyak hal kita lebih banyak bergantung kepada kekuatan, kekuasaan dan mekanisme yang pada hakikatnya melawan Alloh."

Astaghfirulloh, astaghfirulloh..," geremang mulut para santri.

"Anak-anakku, pergilah masuk ke dalam dirimu sendiri, telusurilah perbuatan-perbuatanmu sendiri, masuklah ke urusan-urusan manusia di sekitarmu, pergilah ke pasar, ke kantor-kantor, ke panggung-panggung dunia yang luas: tekunilah, temukanlah salah benarnya ucapan-ucapanku kepadamu.Kemudian peliharalah kepekaan dan kesanggupan untuk tetap bisa menangis.Karena alhamdulillah, seandainya sampai akhir hidup kita hanya diperkenankan untuk menangis karena keadaan-keadaan itu : airmata saja pun sanggup mengantarkan kita kepada-Nya."

(Emha Ainun Nadjib/"Seribu Masjid Satu Jumlahnya, Tahajjud cinta seorang hamba"/Mizan/1995/PmBNetDok)

[+/-] Selengkapnya...

Minggu, 13 Juli 2008

JANGAN ULANGI : BLUNDER BOROBUDUR !

Borobudur tidak terpilih sebagai salah satu keajaiban dunia yang baru. Sebagian fihak berkomentar, musibah ini akan berdampak dengan menurunnya kunjungan wisatatawan manca negara ke candi Buddha monumental itu. Sementara artikel Saratri Wilonoyudho (Kompas Jawa Tengah, 11/7/2007) menyebut bencana itu akibat dari kuatnya pengaruh politik bisnis pariwisata internasional, di mana seolah di luar sana ada kartel atau mafia yang kompak dan beramai-ramai memusuhi diri kita.
Sebenarnya musibah itu terjadi karena pemerintah dan dunia industri pariwisata kita yang gagap teknologi dan telat mikir. Kesalahan fatal itu membuat bangsa besar yang berpenduduk lebih dari 200 juta itu ibarat orang bisu di tataran global. Kita kalah vokal dibanding Brazil atau bahkan negara kecil berpenduduk 7 juta, Jordania. Situs bersejarah mereka kini menjadi terpilih di antara tujuh kejaiban dunia yang baru tersebut.

Menengok ke belakang, ide membuat daftar tujuh keajaiban dunia dirintis oleh Philon, petualang dan matematikawan asal Bysantium, 150 tahun sebelum kelahiran Jesus Kristus. Hasil pengamatan dalam perjalanannya saat itu telah ia tuliskan dalam makalah singkat De Septem Orbis Spectaculis atau Tujuh Keajaiban Dunia. Antara lain ia pilih Piramid Besar Cheops di Giza (Mesir), Taman Gantung Babilonia (Irak), Patung Zeus di Olimpia (Yunani), Candi Diana di Ephesus (Turki), Makam Raja Mausolus di Halikarnasus (Turki), Kolosus Rhodes di Laut Aegea dan Mercu Suar Pharos di Aleksandria (Mesir). Satu-satunya situs dalam daftarnya yang masih lestari hingga kini hanya Piramid Besar di Mesir.

Di era Internet ini, ide Philon mengilhami Bernard Weber asal Swiss, untuk melakukan hal yang sama. Penjelajah alam, pembuat film dan kurator museum itu meluncurkan gagasannya tahun 1999. Ia mendirikan lembaga nirlaba The New7Wonders Foundation guna mengajak warga dunia bekerja sama menyelamatkan alam dan warisan budaya buatan manusia. Warisan sejarah budaya yang terancam rusak atau hancur, menurutnya, berpotensi terselamatkan apabila keadaannya dipublikasikan secara meluas melalui media cetak, TV, Internet, sampai buku sehingga menjadi perhatian warga dunia. Tentang proyeknya tersebut, seperti dikutip Newsweek (31/7/2006) ia mengatakan bahwa tujuh keajaiban dunia yang lama hanya dipilih satu orang. “Di alam yang demokratis dewasa ini harus terbuka peluang bagi setiap orang untuk aktif berperanserta dalam menciptakan pengetahuan bersama,” tuturnya.

Ide Weber disambut antusias di Brazil. Pemerintahnya, didukung swasta, segera meluncurkan kampanye Vote no Cristo secara besar-besaran, mengajak warga Brazil memilih Patung Jesus Sang Penebus di Gunung Corcovado di Rio de Janeiro, yang merupakan landmark negaranya. Untuk itu warga dibebaskan dari biaya telepon untuk ikut memilih. Pesan-pesan singkat (SMS) berbunyi “Kirim ke 4916, pilih Jesus Sang Penebus, dan gratis” membanjiri telepon seluler warga Brazil. Bahkan sampai karcis bis kota, iklan-iklan hingga reality show di televisi yang didukung artis-artis Brazil serempak berisi ajakan guna mengajak warga negeri samba itu untuk ikut berperanserta.

Sementara di Jordania, kota kuno Petra dikampanyekan dengan melibatkan Ratu Rania Al-Abdullah. Kampanye yang gilang-gemilang. Kita tahu, Jordania senyatanya hanya berpenduduk di bawah 7 juta orang. Tetapi objek bersejarah yang terletak di Lembah Musa, di masa lalu merupakan pusat perdagangan rempah-rempah yang melibatkan pedagang dari Cina, Mesir,Yunani dan India (boleh jadi asal rempah-rempahnya dari Indonesia !), akhirnya memperoleh suara melebihi 14 juta suara.

Kita bertanya : dalam hiruk-pikuk jajak pendapat secara internasional itu, yang diluncurkan Bernard Weber sejak 2001, di mana suara kita ? Di mana pula sepak terjang atau prakarsa pemerintah, juga dunia industri pariwisata kita selama ini ? Memang jajak pendapat itu tidak sepi dari kritik. Badan PBB, UNESCO, menyatakan tidak punya kaitan dengan prakarsa swasta tersebut. Hasil yang diumumkan di Lisabon Portugal tanggal 07-07-07 yang lalu disebutnya "hanya cerminan opini mereka yang memiliki akses terhadap Internet.”

Pendapat PBB itu mungkin kita setujui, boleh jadi sebagai sekadar pengobat ketersinggungan atau rasa kecewa berat kita karena Candi Borobudur tidak termasuk dalam daftar baru tersebut. Tetapi kalau kita sendiri selama ini tidak pernah melakukan upaya apa-apa, apa kita berhak untuk marah-marah dan lalu mengkambing hitamkan fihak lain sebagai penyebabnya ? Padahal jajak pendapat itu diklaim diikuti 100 juta suara. Ketika terpilih 21 finalis, Candi Borobudur juga tidak termasuk di dalamnya.

Musibah Borobudur itu senyatanya hanya menunjukkan ke-gaptek-an kita. Mungkin kita masih buta atau bahkan memandang rendah kedigdayaan Internet yang oleh “nabi digital” Nicholas Negroponte dari MIT didaulat sebagai gempa bumi berskala 10,5 Richter yang mengguncang peradaban umat manusia. Mungkin kita sudah lupa bahwa kejatuhan rezim Orde Baru di tahun 1998 tidak lain juga akibat Internet, di mana gerakan mahasiswa se-Indonesia mampu saling berkoordinasi melalui email untuk melakukan aksi bersama secara serempak.

Nasi memang sudah jadi bubur untuk Borobudur. Tetapi merujuk pendapat yang muncul, saya jadi pesimistis apakah bangsa Indonesia mampu tidak seperti keledai yang suka mengulangi kesalahan serupa. Karena The New7Wonders Foundation sekarang ini (!) sudah pula meluncurkan jajak pendapat melalui Internet, di situsnya http://www.natural7wonders.com/, untuk memilih tujuh keajaiban alam yang baru. Jajak pendapat berlangsung hingga tahun depan, 8 Agustus 2008 (08-08-08). Di mana suara Anda, pemerintah kita dan dunia industri pariwisata Indonesia ?
kunjungi situs ini untuk tahu lebih banyak dan cara mudahnya mengikuti polling ituhttp://7indonesia.blogspot.com/

Bambang Haryanto, praktisi komunikasi di Internet. Tinggal di Wonogiri.

[+/-] Selengkapnya...

Daun di Atas Bantal

gak tahu kenapa semalem ngubek ubek mbah google untuk mencari film ini dan akhirnya setelah 1/2 jam lebih dapet juga film nya. film itu aku dapat di

www.samuku.com dan akhirnya siang ini aku bisa jaga warnet sambil nonton film ini. film karya garin memang luar biasa. sebenarnya daun diatas bantal sempat aku lihat di TV dulu, tapi gak tahu kenapa kalau ditv kan terpotong iklan jadi mau gak mau harus download. selain daun diatas bantal pasir berbisik dan bulan tertusuk ilalang aku pernah menonton nya. dari sekian banyak film garin ada 2 film lagi yang benar benar pgn banget aku tonton rindu kami padamu (fauzi badilah)dan Aku Ingin Menciummu Sekali Saja( lulu tobing ). moga next time bisa hunting lagi di cyber.
atau malah ada info dari rekan yang punya atau tahu link downloadnya

[+/-] Selengkapnya...

Senin, 07 Juli 2008

N@eL AhM@d XaViEr dari masa kemasa


klik selengkapnya... masih ada lagi kok



[+/-] Selengkapnya...

Minggu, 06 Juli 2008

PELAJARAN DI BALIK FILM KUNGFU PANDA


Po, si Panda jantan, yang sehari-hari bekerja di toko mie ayahnya, memiliki impian untuk menjadi seorang pendekar Kung Fu. Tak disangka, dalam suatu kompetisi, Po dinobatkan sebagai Pendekar Naga yang dinanti-nantikan kehadirannya untuk melindungi desa dari balas dendam Tai Lung.

Saat menonton film animasi ini, kita seperti diingatkan tentang beberapa hal:

1.The secret to be special is you have to believe you're special.

Po hampir putus asa karena tidak mampu memecahkan rahasia Kitab Naga, yang hanya berupa lembaran kosong. Wejangan dari ayahnya-lah yang akhirnya membuatnya kembali bersemangat dan memandang positif dirinya sendiri. Kalau kita berpikir diri kita adalah spesial, unik, berharga kita pun akan punya daya dorong untuk melakukan hal-hal yang spesial. Kita akan bisa, kalau kita berpikir kita bisa. Seperti kata Master Oogway, You just need to believe

2.Teruslah kejar impianmu.

Po, panda gemuk yang untuk bergerak saja susah akhirnya bisa menguasai ilmu Kung Fu. Berapa banyak dari kita yang akhirnya menyerah, gagal mencapai impian karena terhalang oleh pikiran negatif diri kita sendiri? Seperti kata Master Oogway, Kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, saat ini adalah anugerah, makanya disebut Present (hadiah). Jangan biarkan diri kita dihalangi oleh kegagalan masa lalu dan ketakutan masa depan. Ayo berjuanglah di masa sekarang yang telah dianugerahkan Tuhan padamu.

3.Kamu tidak akan bisa mengembangkan orang lain, sebelum kamu percaya dengan kemampuan orang itu, dan kemampuan dirimu sendiri.

Master ShiFu ogah-ogahan melatih Po . Ia memandang Po tidak berbakat. Kalaupun Po bisa, mana mungkin ia melatih Po dalam waktu sekejap. Kondisi ini berbalik seratus delapan puluh derajat, setelah ShiFu diyakinkan Master Oogway -gurunya- bahwa Po sungguh-sungguh adalah Pendekar Naga dan Shi Fu satu-satunya orang yang mampu melatihnya.

Sebagai guru atau orang tua, hal yang paling harus dihindari adalah memberi label bahwa anak ini tidak punya peluang untuk berubah. Sangatlah mudah bagi kita untuk menganggap orang lain tidak punya masa depan. Kesulitan juga acap kali membuat kita kehilangan percaya diri, bahwa kita masih mampu untuk membimbing mereka.

4. Tiap individu belajar dengan caranya sendiri dan motivasinya sendiri.
Shi Fu akhirnya menemukan bahwa Po baru termotivasi dan bisa mengeluarkan semua kemampuannya, bila terkait dengan makanan. Po tidak bisa menjalani latihan seperti 5 murid jagoannya yang lain..

Demikian juga dengan setiap anak. Kita ingat ada 3 gaya belajar yang kombinasi ketiganya membuat setiap orang punya gaya belajar yang unik. Hal yang menjadi motivasi tiap orang juga berbeda-beda. Ketika kita memaksakan keseragaman proses belajar, dipastikan akan ada anak-anak yang dirugikan..

5. Kebanggaan berlebihan atas anak/murid/diri sendiri bisa membutakan mata kita tentang kondisi sebenarnya, bahkan bisa membawa mereka ke arah yang salah.

Master ShiFu sangat menyayangi Tai Lung, seekor macan tutul, murid pertamanya, yang ia asuh sejak bayi. Ia membentuk Tai Lung sedemikian rupa agar sesuai dengan harapannya. Memberikan impian bahwa Tai Lung akan menjadi Pendekar Naga yang mewarisi ilmu tertinggi. Sayangnya Shi Fu tidak melihat sisi jahat dari Tai Lung dan harus membayar mahal, bahkan
Nyaris kehilangan nyawanya.

Seringkali kita memiliki image yang keliru tentang diri sendiri/anak/murid kita. Parahnya, ada pula yang dengan sengaja mempertebal tembok kebohongan ini dengan hanya mau mendengar informasi dan konfirmasi dari orang-orang tertentu.

6. Hidup memang penuh kepahitan, tapi jangan biarkan kepahitan tinggal dalam hatimu.
Setelah dikhianati oleh Tai Lung, Shi Fu tidak pernah lagi menunjukkan kebanggaan dan kasih sayang pada murid-muridnya. Sisi terburuk dari kepahitan adalah kita tidak bisa merasakan kasih sayang dan tidak bisa berbagi kasih sayang.

7.Keluarga sangatlah penting.
Di saat merasa terpuruk, Po disambut hangat oleh sang ayah. Berkat ayahnya pula Po dapat memecahkan rahasia Kitab Naga dan menjadi Pendekar nomor satu. Sudahkah kita memberi dukungan pada anggota keluarga kita?

[+/-] Selengkapnya...

PADA SUATU KETIKA

Pada Suatu Ketika
oleh: Sujiwo Tedjo
Wong takon
Wong sing tur kang angkoro
Antarane riko aku iki

Sumebar ron ronane koro
Janji sabar
Sabar sak wetoro wektu

Kala mangsane
Titi kolo mongso

Pamudjiku ti biso
Sinutra korban jiwanggo
Pamungkase kang tur angkoro
Titi kolo mongso

masih ingat lagu ini.. lagu yang tahun 98 lalu menang di mtv award.
sebelumnya aku memang suka musik nya tapi blm tahu apa makna dari lagu itu. baru kemarin aku benar benar ngerti apa yang dimaksudkan sujiwo tejo...
berikut makna nya
orang bertanya kapan angkara murka ini akan berakhir, ketika daun koro (kecipir) berguguran. bersabar lah sementara waktu. karena pengakhir segala angkara murka ini bukan waktu karena berarti kita pasrah dan pengakhir itu adalah TITI kolo mongso (momentum)
http://www.youtube.com/watch?v=Rek7t16qBk0&feature=related

2009 apakah momentum itu
yah sebentar lagi kita akan dihadapkan pada sebuah perjalanan penentuan nasib padahal karo menurut ku itu hanya ritus tahunan saja yang diselenggarakan tiap 5 tahun sekali. kita selalu berharap akan ada pemimpin baru akan ada "ratu adil" akan ada mesiah disetiap pemilu padahal pemilu tak lebih dari sebuah pemborosan dan ajang penebar janji palsu para calon kandidat.
mesiah, ratu adil atau apapun itu bukan muncul dari pemilu atau pemilihan gubernur. karena sesungguhnya di dalam diri kita terkandung nilai dan roh ratu adil itu. ya.. kita adalah sosok yang digadang - gadang itu.. tapi terlalu lama kita di kungkung dalam sebuah kepasungan dalam berbagai macam bidang jiwa itu seakan tidak kita rasakan.


SIAPAPUN yang akan memimpin kita di 2009 nanti percayalah.... perubahan bukan di tangan mereka tapi di tangan kita... garuda - garuda muda yang akan mewujudkan indonesia yang kata cak nun dalam album menyorong rembulan menyebutkan sebuah negeri yang surga mencipratkan keindahan nya di dalam nya. tapi kurang begitu bisa kita mengolah nya.

ya pada suatu ketika nanti

[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, 05 Juli 2008

Amandemen Indonesia Raya

Jangan-jangan bangsa Indonesia tak pernah sungguh kompak lantaran lagu kebangsaannya tak sungguh menampung ekspresi kolektif kebangsaan itu. Waktu masih kanak-kanak bahkan sampai SMA di Situbondo, daerah Pulau Jawa di Jawa Timur yang bahasa sehari-harinya Madura, kami senantiasa tak bisa khidmat menyanyikannya dalam upacara bendera. Selalu ada yang cekikikan atau setidaknya merasa punya bahan untuk mencemooh mereka yang sok khidmat. Kemudian ketika kuliah di Bandung, setelah jauh dari kultur Madura, saya mendengar teman-teman dari suku lain termasuk Jawa meledek orang Madura dalam lagu Sorak-sorak Bergembira. “…Indonesia merdeka …Madura juga…Indonesia merdeka…Madura juga…,” lantun mereka. Kenapa kami di daerah Madura tak bisa khidmat menyanyikannya dan kenapa orang Madura sering dibilang mau memerdekakan diri?

Kemungkinan jawaban kenapa tak bisa khidmat itu saya peroleh dua pekan lalu ketika bertemu Doktor bidang musik Harry Roesli. Katanya, ia menemukan belasan kelemahan Indonesia Raya antara lain berupa kekeliruan penekanan suku kata atas dasar ketukan maupun progresi nada-nada dalam Indonesia Raya. Contoh, di awal lagu, atas dasar ketukan maupun progresi nada-nada, orang mau tak mau harus menekan “sia” pada kata “Indonesia”. Padahal, dalam bahasa Indonesia resmi maupun tak resmi, tekanan pada kata yang terdiri atas empat suku kata jatuh pada suku kata ketiga yaitu “ne”. Saya kira ada benarnya. Bukankah hanya pada saat mencemooh, putus asa, marah dan sejenis itu kita menekan suku kata terakhir pada kata-kata yang terdiri atas empat suku kata?

Pantas bu guru waktu itu tak penah bercerita aspek representasi kebahasaan Indonesia Raya di tengah berbagai bahasa daerah di Indonesia. Mungkin karena hukum-hukum tekanan pada pengucapan bahasa Madura, yang persis bahasa Indonesia, tak terwakili dalam segi kebahasaan Indonesia Raya. Ini tak sebagaimana aspek representasi warna dalam bendera Merah-Putih. Bu guru kerap bercerita betapa Merah-Putih merepresentasikan ekspresi merah dan putih di berbagai daerah sejak tajin s ampai ragam hias, sejak dulu sampai sekarang. Tak heran muncul ledekan “…Indonesia merdeka…Madura juga…,” pada Sorak-sorak Bergembira. Tapi apa benar hanya orang Madura yang ingin merdeka dari Indonesia (Raya)?

Bisa jadi ketidakterwakilan pengucapan dalam Indonesia Raya tak cuma dialami oleh orang Madura. Cuma, mudah ditebak alasannya, orang Madura memang yang paling gampang dijadikan bulan-bulanan humor seperti pada lagu Sorak-sorak Bergembira itu. Sudah jelas bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu yang antara lain diperkaya oleh bahasa-bahasa daerah termasuk bahasa Madura. Lalu dalam percakapan dengan teman-teman berbagai suku saya tandai hukum-hukum tekanan pada pengucapan mereka juga mirip bahasa Madura, mirip bahasa Indonesia.

Bangsa ini sudah diajak bersatu oleh bahasa Indonesia dan Merah-Putih. B ahkan keduanya tercantum dalam UUD 45. Sayang kalau ajakan itu kembali dimentahkan justru oleh lagu kebangsaan, yang kata pertamanya saja sudah mengajak orang untuk mencemooh atau bahkan marah-marah pada persatuan itu.

Silakan para politisi di legislatif dan eksekutif menganggap remeh urusan lagu atau musik ini dan lebih sibuk mengurus entah apa. Tapi saya tetap ingin kembali mengingatkan pentingnya dan keutamaan musik yang sering tanpa kita sadari. Hampir setiap fotografer figur yang baik selalu menyalakan musik ketika memotret sesuai ekspresi figur yang diinginkan. Fotografer itu tak cuma mengarahkan ekspresi figur dengan kata-kata, atau sebut saja dengan semacam teks dalam UUD 45. Ia juga tak cuma mengarahkan figur atau bangsa yang hendak dipotret itu dengan warna, atau sebut saja semacam merah dan putih dalam bendera. Bahkan dalam banyak kepercayaan dan agama, hal yang musikal dianggap lebih awal dan lebih akhir ketimbang teks kata-kata maupun rupa. Bisikan musikal diberikan kepada orang bahkan semasih ia janin, dan setelah di liang lahat.

Saya tak ingin masuk ke dalam polemik tentang keabsahan lagu Indonesia Raya, yang liriknya sudah berkali-kali diubah, sebagai karya orisinal atau tidak. Para ahli telah melakukan itu misalnya ahli musik Amir Pasaribu di tahun 50-an, yang kemudian dilanjutkan lagi tahun 90-an antara lain oleh polemik pengamat musik Remy Silado dan Kaye A. Solapung. Saya cuma ingin mengusulkan agar lagu kebangsaan --- baca: hal musikal seperti juga hal-hal musikal yang dibisikkan sejak janin hingga liang lahat---direvisi atau kalau perlu dibangun kembali sehingga bisa merepresentasikan hukum-hukum pengucapan berbagai daerah.

Lagu kebangsaan pastilah bukan semacam sistem demokrasi yang bisa didatangkan dari luar dan harus bisa dipakai oleh seluruh daerah yang tanpa sejarah demokrasi, karena lagu kebangsaan bukan demokrasi yang rasional dan bisa dicapai dengan pembelajaran. Lagu kebangsaan --- sekali lagi baca: hal musikal seperti juga hal-hal musikal yang dibisikkan sejak janin hingga liang lahat --- adalah urusan emosional.
Ditulis Oleh Sujiwo Tejo
(Pernah dimuat di majalah Tempo sebelum tahun 2000)

[+/-] Selengkapnya...

generasi garuda















gak akan ada ada revolusi di indonesia.... bagaimana tidak kita generasi2 baru yg dibanting tetep smangat,di injek tetep bangun,di hina tetep tersenyum, diperkosa berkali kali sampai si pemerkosanya capek dan kita hanya bilang sampun pak (sudah pak)
kita generasi garuda,
kita bukan generasi burung emprit. tapi terlalu lama dikungkung dalam sangkar sehingga kita tidak sadar kalau kita adalah burung garuda........
icon diri kita adalah garuda.... tapi kemudian garuda kita dikurung oleh VOC. dan keinginan sang garuda ketika di dalam sangkar adalah ingin terbang bebas melanglang buana. hingga akhirnya garuda sampai mati di dalam sangkar. lalu anak yang lahir dari telur nya. lalu ketika muncul garuda baru yang dari telur tadi si garuda baru ini dia tidak pernah tahu rasanya terbang, dia tidak terlatih sayapnya untuk terbang, dia tidak pernah cari makan sendiri karena sealu diberi makan. kalau itu anak nya. bagai mana dengan si cucu garuda yang pertama tadi. pasti lebih parah lagi.MAU kalian menjadi cucu garuda.... yang tidak bisa terbang dan mencari makan sendiri. KITA INI GARUDA SEJATI. kaa kita harus terus belajar "terbang" tanpa harus menunggu untuk di beri makan apalagi mencuri makanan orang lain.

[+/-] Selengkapnya...

KETIKA KITA RESAH DENGAN ANAK ANAK KITA

"dahulu ketika saya masih kecil, saya jarang dirumah tapi masyarakat yang saya temui dipasar ataupun dimana saja. adalah orang tua saya yang mengamankan saya dan ikut mendidik saya. tapi hari ini anak kita keluar rumah, kemanapun adalah ancaman. bahkan masuk rumah terancam juga oleh televisi" ujar cak NUN ketika kenduri cinta di bulan Mei kemarin.
apakah memang generasi kita adalah generasi yang benar benar dalam "bahaya" yang besar. dua lagu di bawah ini adalah bukti kalau dari dulu slank dan iwan fals juga sadar akan ancaman bahaya itu


Lirik Lagu Iwan Fals “Nak II”

Nak dengarlah bicara bapakmu
Yang kenyang akan hidup terang dan redup
Letakkan dahulu mainan itu
Duduk dekat bapak sabar mendengar
Kau anak harapanku yang lahir di jaman gersang
Segala sesuatu hanya ada karena uang
Ya . . . . . ya . . . . . ya . . . . . ya . . . . . .
Kau anak dambaanku yang besar di kancah perang
Kau harus kuat yakin pasti menang
Sekolah biasa saja jangan pintar-pintar percuma
Latihlah bibirmu agar pandai berkicau
Sebab mereka sangat perlu kicau yang merdu
Sekolah buatmu hanya perlu untuk titel
Pedulu titel didapat atau titel mu’jizat
Ya . . . . . ya . . . . . ya . . . . . ya . . . . . .
Sekolah buatmu hanya perlu untuk gengsi
Agar mudah bergaul tentu banyak relasi
Jadi penjilat yang paling tepat
Karirmu cepat uang tentu dapat
Jadilah Dorna jangan jadi Bima
Sebab seorang Dorna punya lidah sejuta
O . . . . o . . . . o . . . . . o . . . .
Hidup sudah susah jangan dibikin susah
Cari saja senang walau banyak hutang
Munafik sedikit jangan terlalu jujur
Sebab orang jujur hanya ada di komik
Pilihlah jalan yang mulus tak banyak batu
Sebab batu-batu bikin jalanmu terhambat
Ya . . . . . ya . . . . . ya . . . . . ya . . . . . .
Pilihlah jalan yang bagus tak ada paku
Sebab paku itu sakit apalagi yang berkarat
Jadilah kancil jangan buaya
Sebab seekor kancil sadar akan bahaya
Jadilah bandit berkedok jagoan
Agar semua sangka engkau seorang pahlawan
Jadilah bunglon jangan sapi
Sebab seekor bunglon pandai baca situasi
Jadilah karet jangan besi
Sebab yang namanya karet tahan kondisi
O . . . . o . . . . o . . . . . o . . . .
O . . . . o . . . . o . . . . . o . . . .
Anakku aku nyanyiakan lagu
Waktu ayah tak tahan lagi menahan murka

Indonesiakan Una
oleh: Slank
Reny please I need to talk to you
Tentang future hidup kita
About Mezzaluna benih cinta
Mampukah kita membesarkan
Una di negeri ini

Reny please aku ingin tahu
Biaya masuk sekolah
Kalo sakit dokter dan obat berapa
Cukupkah kita tuk merawat Una di negeri ini

Oh Reny apa kamu gak merasa takut
Manusia di sini mulai gak manusiawai
Dan kebenaran cuma jadi barang opini
Bisakah kita melindungi Una di negeri ini

Reny coba jangan slalu ikuti
Beli boneka Toy Story dan makan di McD
Ajari main congklak atau makan di lesehan
Akankah kita membuka pikirannya
Di negeri ini

Kuatkan kita Indonesiakan Una
Di negeri sendiri

Oh...oh...oh... oh...oh...oh...oh...

foto diambil dari sini

[+/-] Selengkapnya...

BUDAK

1. Yang saya maksud budak bukanlah tenaga-tenaga kerja itu. Bukanlah ribuan demi ribuan rakyat kecil yang pergi merantau menjual tenaga kasarnya, diusir oleh kemelaratannya sebagai warga dari suatu negara yang kaya raya.

2. Yang saya maksud budak bukanlah orang-orang dusun yang berwajah sangat pemaaf dan bersorot mata tanpa kandungan pengetahuan yang mencukupi mengenai nasib dan hak mereka yang sebenarnya.

3. Yang saya maksud budak bukanlah mereka yang dimobilisasi oleh para calo, yang hidupnya diperhinakan oleh suatu jenis pengelolaan negara yang angkuh, tidak tahu diri dan terlalu tega hati terhadap rakyatnya sendiri, yakni subyek utama yang berkuasa dan memungkinkan para pentega hati itu menjadi pemimpin.

4. Yang saya maksud budak bukanlah anak-anak yang dianaktirikan oleh para pemimpin yang feodal namun bergaya demokratis, oleh para pemuka negeri yang penuh gaya sopan santun namun mengidap kekejaman kemanusiaan dibaliknya, oleh para pemanggul amanat kepemimpinan yang sebagian tidak mengerti sedang terlibat dalam sistem dan mekanisme ketidakadilan, namun sebagian lain sangat menyadari kekejaman itu dan terus saja dengan tenang melakukannya.

5. Yang saya maksud budak adalah orang-orang yang semestinya memberikan empati kepada mereka namun tidak memberikannya karena diperbudak oleh rasa dan penghayatan kemanusiaan yang terpendam di bawah kepentingan-kepentingan kecil sekunder dan bersifat individualdan subyektif.

6. Yang saya maksud budak adalah orang-orang yang menomorsatukan posisi aman dan enaknya sebagai pejabat, yang melihat posisi jabatannya tidak sebagai kewajiban kenegaraan, kewajiban kemanusiaan serta kewajiban moral pribadi karena mereka dibayar mahal untuk itu, melainkan melihatnya sebagai peluang bagi kepentingan dan keuntungan pribadi.

7. Yang saya maksud budak adalah orang-orang yang gagah dan necis penampilannya, namun pemalas dan pengecut dalam pembelaan atas saudara sebangsanya sendiri.

(Dirangkum dari berbagai buku Emha Ainun Nadjib)(PmBNetDok)
fwd from www.kenduricinta.com

[+/-] Selengkapnya...

Quote

Maskumambang
Nadyan Tebih Sun Lumaku Luru Ngelmu
Yen Panas, Panas Kepati
Yen Teles, Teles Kalebes
Nanging Yen Sinonggo Gampil
Gelagepan Wis Meh Pejah


1. Jadilah Jagung, Jangan Jambu Monyet. Jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan jambu?monyet memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya. Artinya : Jangan suka pamer

2. Jadilah pohon Pisang. Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati. Artinya : Kesetiaan dalam pernikahan.

3. Jadilah Duren, jangan kedondong Walaupun luarnya penuh kulit yang tajam, tetapi dalamnya lembut dan manis. hmmmm, beda dengan kedondong, luarnya mulus, rasanya agak asem dan di dalamnya ada biji yang berduri. Artinya : Don't Judge a Book by The Cover.. jangan menilai orang dari Luarnya saja.

4. Jadilah bengkoang. Walaupun hidup dalam kompos sampah, tetapi umbinya isinya putih bersih. Artinya : Jagalah hati jangan kau nodai.

5. Jadilah Tandan Pete, bukan Tandan Rambutan. Tandan pete membagi makanan sama rata ke biji petenya, semua seimbang, tidak seperti rambutan.. ada yang kecil ada yang gede. Artinya : Selalu adil dalam bersikap.

6. Jadilah Cabe. Makin tua makin pedas. Artinya : Makin tua makin bijaksana.

7. Jadilah Buah Manggis Bisa ditebak isinya dari pantat buahnya. Artinya : Jangan Munafik

8. Jadilah Buah Nangka Selain buahnya, nangka memberi getah kepada penjual atau yg memakannya. Artinya : Berikan kesan kepada semua orang (tentunya yg baik).
diambil dari blog mas sugeng

[+/-] Selengkapnya...